![]() |
| Ini adalah foto udara pangkalan militer yang dibangun China diatas laut china selatan |
“Yang memanas kan China dan Amerika Serikat, tidak ada hubungannya (dengan Indonesia). Ngapain kita pusing,"
“Laut China Selatan adalah halaman kita bersama. Mari
gunakan secara bersama-sama. China bilang begitu. Berarti mereka terbuka,” kata
Ryamizard di Jakarta, Jumat (13/11).
Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu, isu
ketegangan yang bergulir di Laut China Selatan merebak karena pemerintah China
selama ini tak banyak bicara.
“Masalah pangkalan yang dibuat China di sana (Laut China
Selatan), mereka mempersilakan negara lain untuk menggunakannya. Itu untuk
persinggahan. Mereka yang bilang begitu. Tadinya mereka kan tidak pernah
ngomong," ujar Ryamizard.
Tiap hari, ujar Ryamizard, ribuan kapal niaga melintasi
Laut China Selatan, dan China tak pernah melancarkan agresi terhadap
kapal-kapal itu. Hal yang sama juga mereka lakukan terhadao kapal militer
negara lain.
Kementerian Pertahanan RI, kata Ryamizard, menjalin
hubungan erat dengan otoritas pertahanan China. China pun, ujarnya,
mempertimbangkan banyak saran dari pemerintah Indonesia karena RI dipandang
sebagai negara agresor yang tidak berpihak pada satu kekuatan militer mana pun.
Ryamizard berkata, China bahkan sempat menawari Indonesia
untuk melakukan patroli bersama di Laut China Selatan. Namun tawaran itu
ditolak Kemhan. RI berpendapat, lebih baik China lebih dulu menawarkan hal itu
ke negara-negara yang memiliki kepentingan langsung di Laut China Selatan.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
mengatakan Indonesia tak terpengaruh apapun akibat memanasnya hubungan China
dan Amerika Serikat di Laut China Selatan.
“Yang memanas kan China dan Amerika Serikat, tidak ada
hubungannya (dengan Indonesia). Ngapain kita pusing," ujar Gatot awal
pekan ini.
Saat ini Komandan Angkatan Laut China, Admiral Wu Seng
Li, tengah berkunjung ke Indonesia untuk menerima tanda kehormatan Bintang
Jalasena Utama dari pemerintah Republik Indonesia.
Bersasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia
Nomor 83/TK/2014, Wu Seng Li disebut telah berjasa dalam meningkatkan kerja
sama antara Angkatan Laut Indonesia dan China. (SRK/CNNIndonesia)


