Upacara
HUT Marinir yang mengambil tema mengusung tema 'Kuat Bersama Rakyat Berkarakter
Maritim' ini dimulai ditandai dengan adanya ledakan. Para tamu undangan dan
masyarakat disuguhi atraksi manuver dari kendaraan tempur milik TNI AL, yakni
tank amfibi BMP-3F, LVT-7 dan BVP-2 di tengah-tengah lapangan upacara,
Ketiga
jenis tank yang bisa beroperasi di darat dan laut ini dikemudikan pasukan
khusus siap tempur dan dilengkapi amunisi. Kendaraan perang ini meliuk-liuk
indah, hingga membuat decak kagum yang melihatnya. Atraksi ini seperti adegan
perang. Setelah itu puluhan kendaraan lapis baja Marinir ini kembali memasuki
lapangan upacara.
Setelah
itu seluruh kendaraan lapis baja ini berhenti. Asap putih pekat yang
dikeluarkan dari kendaraan lapis baja itu membuat pandangan ke lapangan upacara
tertutup. Tak lama setelah itu kendaraan lapis baja ini kembali meninggalkan
lapangan upacara.
Setelah
udara kembali bersih maka terlihat ribuan prajurit Marinir TNI-AL telah
berbaris dengan rapi dan terlihat gagah. Bertindak sebagai Komandan Upacara
yaitu Kolonel Mar. Werijon yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Brigade
Infanteri (Brigif) 3 Marinir yang bermarkas di Lampung.
Laksamana
Ade Supandi mengatakan, upacara peringatan hari ulang tahun ke-70 Korps Marinir
ini sengaja digelar berbeda dari perayaan sebelumnya, yakni dengan menggelar
demonstrasi beberapa kesatuan khusus TNI AL.
”Upacara
kali ini dilakukan secara berbeda, agar kita tahu secara organik kesatuan
Marinir itu apa saja dan tiap-tiap fungsi satuan ini apa saja, meskipun hanya
baru sedikit,” kata Ade di Markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu
(15/11/2015).
Ade yang di saat melakukan inspeksi pasukan menggunakan ank Amfibi Marinir BMP 3F ini berharap, masyarakat bisa termotivasi dengan kekuatan dan kekompakan serta
kedisiplinan yang dimiliki prajurit TNI AL. “Semoga masyarakat bisa
terinspirasi dengan soliditas kekuatan-kekuatan prajurit Marinir.
Alhamdulillah, walaupun tadi mewakili bukan satuan utuh, tapi bisa
menginspirasi bagi siapa pun,” kata Ade.
Ade
Supandi juga mengatakan bahwa dalam usia ke-70 para prajurit TNI AL harus
semakin profesional. Selain itu, alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI
AL juga mesti mendapat perhatian khusus. “Usia 70 bukan lagi muda, harus
semakin dewasa semakin matang dan memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Laut dan sisi
pemenuhan kekuatan marinir akan sejalan dari usia alutsista” kata alumni AAL
tahun 1983 ini.
Menurutnya,
TNI AL hingga saat ini masih menggunakan alutsista tahun 1960-an. Namun sedang
proses peremajaan alutsista. Dia menambahkan, selain penguatan di bidang sumber
daya manusia (SDM), prajurit Marinir TNI AL juga harus dibarengi kualitas
alutsista yang memadai.
"Bahwa
Marinir saat ini masih mengunakan alutsista tahun 60-an, dan karena itu kita
berharap diadakan peremajaan dan dimasukan dalam MEF dan diharapkan 2024 bisa
kembali full 100 persen,” tutur perwira tinggi berpangkat bintang empat kelahiran Batujajar ini.
Untuk
meramaikan ultah kali ini, 2 ribu Korps Marinir TNI AL, baik prajurit maupun
perwira pejabat teras TNI AL ikut turut
serta dalam demonstrasi dan atraksi bela diri Wushu. Selain itu ada serbuan
kilat yang dilakukan prajurit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dan terjun
payung yang dilakukan sebanyak 70
peterjun dari 3 Matra TNI dan Polri.

