Di
antaranya yakni dari Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) dan Pasukan Intai Amfibi
(Taifib). Dalam aktraksi tersebut, para prajurit terbaik Marinir ini
memperlihatkan bagaimana caranya melaksanakan operasi senyap dengan cepat dan
tepat.
Tak
luput, atraksi terjun payung khusus menangani aksi terorisme maupun dalam
keadaan perang juga diperlihatkan dengan sangat apik. Kepala Staf Angkatan Laut
(KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi menyatakan, kedua satuan pasukan khusus
tersebut memang salah satunya disiapkan untuk membantu Polri dalam penanggulangan
aksi terorisme.
Menurut
Ade, pihaknya sudah siap mengantisipasi tindakan terorisme. Dan semua komponen
bangsa harus solid memerangi terorisme karena mengancam keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sudah
kita lakukan di komando gabungan khusus TNI AL yang memiliki keahlian untuk penanggulangan teror
ini. Tentu kita harus solid dengan Polri mengantisipasi terorisme,” ujar Ade.
Ade
juga menyampaikan, bahwa TNI AL juga sudah menyiapkan Denjaka untuk mampu
melakukan peperangan khusus, juga dalam penanggulangan terorisme. “Selain itu
juga Taifib juga ini kan pasukan khusus juga. Jadi dua satuan TNI AL ini
disiapkan (untuk menanggulangi terorisme), selain itu ada juga Pasukan Katak
dalam satuan khusus TNI AL,” ujar alumni AAL 1983 ini.
Pria
yang pernah menjabat sebagai Gubernur AAL dan Pangarmatim ini menegaskan bahwa,
prajurit TNI AL berkewajiban penuh dalam menjaga wilayah perbatasan Indonesia
termasuk di pulau-pulau terluar. “Komitmen tugas kita, operasi TNI salah
satunya pengamanan perbatasan, termasuk pasukan Marinir yang jadi bagian
operasi pengamanan perbatasan,” ucap pria yang pernah menjabat Komandan Kapal
di 6 KRI yang berbeda ini.
Seperti
diketahui Diketahui, sebuah bom meledak di luar Stade de France, Paris tempat
laga persahabatan antara Perancis dan Jerman, Jumat (13/11/2015) malam. Selain
bom, Paris juga diteror aksi penembakan di enam titik, akibatnya beberapa objek
wisata di Paris pun ditutup sementara.
Pengelola
Menara Eiffel mengumumkan bahwa obyek wisata ternama itu akan ditutup hingga
waktu yang tidak terbatas mulai Sabtu (14/11/2015). Sebelumnya, pemerintah kota
Paris telah memutuskan bahwa fasilitas umum, seperti perpustakaan, museum,
gelanggang olahraga, universitas, dan sekolah, akan ditutup pada Sabtu akhir
pekan ini.

