Dalam acara yang mengangkat tema “Meningkatkan loyalitas,
moralitas, dan integritas sebagai landasan dalam mewujudkan TNI yang kuat,
hebat, professional, dan dicintai rakyat” ini, Presiden memberikan apresiasi
dan dukungan untuk kehadiran Badak dalam jajaran alutsista TNI yang dipamerkan
hari itu. "Panglima TNI dan Kasad tentu akan dukung kehadiran alutsista
buatan anak-anak negeri," ujar Jokowi. Rapim TNI TA 2016 dihadiri pula
oleh Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan, Menlu Retno Marsudi, Kepala Staf
Kepresidenan Teten Masduki, Mentan RI Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI
Ade Supandi, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna dan 182 Perwira Tinggi (Pati)
TNI yang terdiri atas 4 pimpinan TNI, 52 pejabat Mabes TNI, 49 pejabat Mabes
TNI AD, 39 pejabat TNI AL, 25 pejabat TNI AU, serta 13 orang peninjau.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kasad Jenderal
TNI Mulyono yang turut mendampingi kunjungan Presiden Jokowi menyambut baik
dukungan Kepala Negara untuk kehadiran panser Badak di jajaran alutsista TNI
Angkatan Darat. "Kami ada rencana menggantikan jajaran tank Saladin yang
sudah tua dengan Badak buatan Pindad," ujar Kasad. Direktur Komersial
Pindad, Widjajanto, mengamini Pernyataan Kasad dan menjelaskan sosok Badak
kepada Kepala Negara dan para petinggi TNI yang hadir di booth Pindad.
"Pekan lalu Badak dengan dukungan Dislitbang TNI AD telah sukses jalani
uji tembak di Cipatat. Akurasi tinggi dan kondisi kendaraan tercatat stabil
dalam berbagai posisi penembakan sebagaimana bisa dilihat dalam video
presentasi kami," ujar Widjajanto yang mengakhiri paparannya dengan
menyerahkan souvenir Badak kepada Kepala Negara disaksikan Panglima TNI dan
Kasad.
Badak merupakan produk kendaraan tempur terbaru buatan
PINDAD. Panser 6x6 ini memiliki turret 90mm hasil kerjasama Pindad dengan CMI
Defense dari Belgia. Dalam paparannya Widjajanto menjelaskan kini staf Pindad
telah menyelesaikan program Transfer of Technology dan mampu melakukan proses
manufaktur turret 90mm. "Tinggal laras senjata 90mm yang kami import dari
Belgia selebihnya dikerjakan oleh anak-anak negeri di pabrik kendaraan tempur
Pindad di Bandung," tambahnya. Direncanakan, Pindad siap memroduksi Badak
untuk tahun anggaran 2016. (SRK/Pindad)


