Korotchenko
mengatakan, Rusia memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan sistem
pertahanan kedirgantaraan.
”Kami mendengar
tokoh yang menunjukkan bahwa Angkatan Udara Rusia akan segera menerima sistem
(rudal pertahanan udara) yang lebih dari S-400. S-500 akan segera menyelesaikan
tes negara dan masuk layanan (militer),” kata Korotchenko setelah pertemuan
Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Jumat.
Tentara Rusia,
menurut Korotchenko, telah mencapai kemajuan yang signifikan dan merupakan
salah satu yang terbaik secara global. ”Hal ini sepenuhnya mampu membela negara
kita selama beberapa dekade yang akan datang,” puji Korotchenko, seperti
dikutip Sputnik, Sabtu (12/12/2015).
Sistem rudal
pertahanan udara S-500 Prometey yang juga dikenal sebagai 55R6M Triumfator-M
adalah sistem rudal anti-pesawat mutakhir dan sistem anti-rudal balistik yang
saat ini sedang dikembangkan di Rusia.
Sistem rudal itu
dirancang oleh Almaz Antey. Sistem rudal tersebut diklaim bisa mencegat hingga
sepuluh rudal balistik yang melesat dengan kecepatan 5 kilometer per detik
secara bersamaan.
”Rudal S-500 akan
digunakan hanya terhadap sasaran yang paling penting, seperti rudal balistik
antarbenua, AWACS dan jamming pesawat,” tulis Military Today yang ikut mengulas
sistem rudal termutakhir Kremlin itu.
Sistem rudal
pertahanan udara S-500 itu rencananya akan masuk layanan militer Rusia pada
tahun 2017. Angkatan Bersenjata Rusia diharapkan akan membeli sepuluh sistem
rudal S-500. (SRK/SindoNews)


