![]() |
| Anggota TNI AU berusaha memadamkan ban yang dibakar oleh warga Sarirejo dan meminta membubarkan diri (Sbr foto : Sumutpos) |
Seperti dikutip dari laman resmi TNI AU, Kejadian bermula
saat anggota TNI AU dari Lanud Soewondo datang melakukan pengukuran lahan untuk
rencana pembangunan Rusunawa bagi tempat tinggal prajurit Lanud Soewondo, namun
dari kejauhan tiba-tiba terdengar suara teriakan keras bernada provokatif.
Anggota TNI AU lalu mendatangi asal suara tersebut
ternyata berasal dari speaker masjid dan kemudian mencari beberapa orang yang
berupaya menghasut warga lainnya. Namun naas, seluruh warga sudah terlanjur keluar
rumah dan berkumpul dijalan-jalan kemudian melakukan pemblokiran jalan dengan
melintangkan pohon sekaligus membakar ban serta kayu.
![]() |
| Kopda Wiwin |
Beberapa kali anggota TNI AU meminta warga membubarkan
diri namun tidak digubris, sebaliknya warga justru bertindak anarkhis dan
brutal dengan melempari anggota TNI AU dengan batu, botol dan air gelas.
Diantara warga juga terlihat menggunakan senjata tajam seperti parang, golok,
panah beracun, pisau, tombak, bahkan gear sepeda motor yang sudah
diasah dengan tajam.
Akibat insiden ini sejumlah warga dan dua orang wartawan
serta puluhan anggota TNI AU terluka. Salah seorang prajurit diketahui bernama
Kopda Wiwin mengalami luka robek dibelakang telinga dan memar di kepala
belakang akibat lemparan batu dari arah warga. Ada juga yang terkena panah
beracun serta benda-benda tajam lainnya. Peristiwa ini juga sempat terekam di CCTV
masjid dan tersebar di Youtube serta Medsos sehingga menimbulkan reaksi dari
masyarakat maupun TNI.




No comments:
Post a Comment