Hal tersebut dikatakan Ketua MUI DR (Hc) KH. Ma’ruf Amin
usai bertemu Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan rombongan untuk
membicarakan masalah penanggulangan radikalisme dan terorisme yang
berkembang di Indonesia di kantor MUI, Jl. Proklamasi No. 51 Menteng Jakarta,
Senin (29/8/2016). Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Terorisme itu
bersumber dari radikalisme, dan radikalisme itu bersumber dari distorsi pemahaman. (Baca juga : Kepala BNPT Temui MUI Bicarakan Penanggulangan Terorisme)
“Oleh karena itu langkah yang ditempuh adalah memberikan
pemahaman yang benar supaya tidak terjadi distorsi. Jadi kita akan melalui
buku-buku, ceramah-ceramah, diskusi-diskusi dan sebagainya. Jadi kita akan
melakukan pencerahan bahwa radikalisme itu merupakan sesuatu hal yang keliru,”
ujar Ma’ruf Amin.
Kemudian bagi mereka yang sudah terkena paham radikal,
pihaknya juga akan melakukan deradikalisasi untuk mengembalikan mereka kepada
paham yang benar. “Itu juga menjadi masalah besar. Kita akan menyasar kepada
mereka-mereka yang pernah menjalani masa hukuman dan juga anak-anak yang diduga
sudah terkena paham radikal tersebut,” ujarnya.
Dirinya akan berusaha semaksimal bahwa upaya
penanggulangan paham radikal terorisme itu bisa berjalan efektif karena dilakukan
dari semua sektor dan aspek, baik dari aspek keadilan, aspek ekonomi dan
sebagainya.
“Tetapi aspek yang paling pokok adalah aspek pemahaman.
Yang lainnya itu hanya pemicu saja, tapi aspek pokoknya itu adalah dia punya
pemahaman yang salah. Itu yang akan kita betulkan di masyarakat itu nantinya
melalui berbagai cara baik melalui internet, buku-buku, tulisan, khotbah dan
lainnya,” ujarnya
Apalagi menurutnya bahwa MUI sendiri dulunya juga punya
Tim Penanggulangan Terorisme (TPT) yang akan diefektifkan kembali kinerjanya
setelah selama ini slowdown sejak lahirnya BNPT. “Dan tentunya kita
juga akan bekerjasama bersama BNPT jika memperoleh informasi-informasi,
sasaran-sasaran, gerakan-gerakan kelompok radikal tersebut maka kita akan
tentukan juga arah counternya,” ujarnya mengakhiri.


No comments:
Post a Comment