Hal
tersebut terlihat saat Kepala BNPT, Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH, dan
Ketua Komnas HAM, M. Imdadun Rahmat, S.Ag, M.Si, memberikan arahan tentang Hak Asasi Manusia
(HAM) kepada personil yang terlibat di Satuan Tugas (Satgas) Tinombala 2016
dalam rangka penegakan hukum saat memburu sisa-sisa jaringan kelompok teroris
Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso yang telah tewas dalam
penyergapan oleh Satgas Tinombala beberapa waktu lalu.
Dalam
acara yang digelar di Ballroom Swiss Bell Hotel Palu, Rabu (31/8/2016) kemarin,
kepala BNPT mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Komnas HAM sudah
memformulasikan bingkai HAM untuk dilakukan semua pasukan. Kedua lembaga ini,
bersama Satgas Tinombala, juga mengupayakan tindakan persuasif, agar para Daftar
Pencarian Orang (DPO) yang masih tersisa diimbau turun dan akan difasilitasi
dengan baik.
“Kita
(BNPT) dan Komnas Ham sudah mempunyai bingkai HAM yang harus dijalankan pasukan
di lapangan. Ini yang kita inginkan, agar kondusifitas di Poso dan Sulteng bisa
dijaga,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH, dalam sambutannya
pada acara tersebut.
Dikatakan
pria yang pernah menjadi Kabareskrim dan Kapolda Jawa Barat ini, dalam
pelaksanaan tugas tentu semua yang bertugas tidak ingin melanggar HAM. “Terkadang
media selalu membesar-besarkan masalah. Untuk itu kita harus berpandai-pandai
jangan jadi viral sehingga memunculkan pemahaman yang berbeda dan imbasnya
kembali kepada kita,” ujar Alumni Akpol 1985 ini.
Menurutnya,
kalau mengirim dokumetasi seharusnya yang humanis, sehingga tidak dikemas oleh
media yang imbasnya tentu kembali ke aparat sendiri karena info tersebut menjadi disalah artikan
atau dipelintir. “Gambar harus diseleksi karena dari gambar itu dampak
negatifnya pasti ada. Jangan mudah sebarkan foto-foto meskipun itu ke saudara
atau teman,” ujarnya.
Dalam
acara yang juga dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola
ini, Kepala BNPT juga menegaskan bahwa, tugas dari Operasi Satgas Tinombala
yang saat ini masih berlangsung, juga merupakan salah satu wujud dari
melindungi HAM terhadap masyarakat luas. Pemberantasan terhadap paham radikal
dan tindakan terorisme menurutnya jangan dikaitkan dengan agama.
“Bahkan
petugas pun yang memerangi tindakan terorisme itu, juga jangan diartikan
memerangi agama. Karena ini yang diperangi paham radikal,” ujar Jenderal
berpangkat bintang tiga kelahiran, Jakarta, 10 Mei 1954 ini menegaskan.
Begitu
halnya pada saat melakukan penindakan, Kepala BNPT mengingatkan kepada pasukan di
lapangan untuk bertindak sesuai prosedur yang ada dan tetap mengedepankan HAM
dengan memperlakukan para tahanan secara manusiawi.
“Saya
juga meminta kepada Satgas di lapangan jangan ragu untuk bertindak, dan jangan
biarkan pihak-pihak tertentu merusak sinergitas TNI-Polri yang sudah terjalin
baik. Jangan mau kita diadu domba. Jaga selalu sinergitas,” ujar pria yang juga
pernah menjadi Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini
Dikatakan
Kepala BNPT, penanganan masalah paham radikalisme ini juga perlu penanganan secara simultan
melibatkan seluruh instansi, tidak hanya TNI-Polri semata. “Para keluarga dari
pelaku-pelaku terorisme sendiri, juga harus mendapat sentuhan dan jangan sampai
dimarginalkan. Kita harus merangkul mereka, begitu juga yang tertangkap,” ujarnya
berharap.
Lebih
jauh disampaikan mantan Sekretaris Utama Lemhanas ini, juga sangat
mengapresiasi terhadap kinerja para personil TNI-Polri yang tergabung dalam
Satgas Operasi Tinombala tersebut, dimana personil TNI-Polri telah bekerjasama
dengan kompak.
“Saya
sangat mengapresiasi semangat dan kerjasama yang kompak yang telah dilakukan prajurit TNI dan Polri
dalam Satgas Operasi Tinombala. Kita jangan mau diadu domba karena kalau TNI-Polri
tidak kompak, maka Negara kita akan hancur,” . kata pria yang pernah menjabat
sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat dan Depok ini mengakhiri.
Selain
dihadiri, Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang juga bertindak sebagai Kepala
Penanggung Jawab Komando Operasi (PJKO) Satgas
Operasi Tinombala, Brigjen Pol Rudi Sufahriadi dan Waka PJKO Satgas Ops
Tinombala Kol Inf M Sholeh Mustafa, acara pengarahan tersebut juga dihadiri perwakilan
Satgas Operasi Tinombala yang terdiri dari Komandan Sektor, Komandan Satgas
Tempur (Dansatgaspur), Wadansektor serta prajurit dari Korem 132/TDL termasuk personel dari unsur Polri dari Brimob dan
Polda Sulteng.



No comments:
Post a Comment