Dalam video tersebut Nara
dengan tegas dan lantang menyatakan sikap Indonesia yang tidak terima terkait
kecaman enam pemimpin negara pasifik yang terlalu mencampuri urusan dalam
negeri Indonesia melalui forum PBB yaitu Presiden Nauru, Presiden Kepulauan
Marshall dan empat perdana menteri negara-negara Pasifik lainnya.
Ke enam pemimpin negara
pasifik tersebut dianggap tidak konsisten dan melanggar Piagam PBB yang sudah
menjadi kesepakatan kolektif, bahkan sudah keluar dari konteks pembahasan awal
terkait perumusan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).
“Indonesia terkejut, di mimbar
yang sangat penting ini dimana para pemimpin dunia bertemu dan berkumpul disini
untuk membahas implementasi awal SDGs, transformasi dari tindakan kolektif kita
dan tantangan global lainnya seperti perubahan iklim dimana negara pasifik yang
paling akan terdampak. Para pemimpin tersebut ternyata malah memilih melanggar
Piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain dan melanggar
integritas teritorialnya” Jelas Nara yang disampaikannya dihadapan seluruh
pemimpin dunia yang tergabung dalam PBB.
Dalam penyampaiannya, Nara
juga menyebutkan jika ke enam pemimpin negara pasifik tersebut sudah tidak
mencerminkan sikap persahabatan karena dengan sengaja menunjukkan dukungannya
terhadap kegiatan kelompok tertentu di Papua dan Papua Barat yang selama ini
dikenal kerap melakukan aksi kriminal, teror dan mengganggu ketertiban umum
bahkan secara nyata melakukan pembunuhan terhadap warga sipil dan aparat negara
yang bertugas.
“Itu sudah melanggar
kedaulatan dan integritas teritori suatu negara, hal itu sangat disesalkan dan
berbahaya bagi negara-negara untuk menyalahgunakan (fungsi) PBB termasuk dalam
sidang umum ini” tegasnya lagi.
Tidak tanggung-tanggung
diplomat cantik ini juga menyinggung para pemimpin negara tersebut yang sengaja
menjadikan isu domestik Indonesia sebagai bagian dari manuver mereka untuk
mengalihkan isu yang terjadi dinegaranya sendiri terkait permasalahan sosial
dan ekonomi yang hingga saat ini dianggap tidak pernah tuntas. Selain itu sikap
para pemimpin negara pasifik ini juga dianggap telah melecehkan kredibilitas
forum internasional PBB.
Disebutkan Nara, sebagai
negara berdaulat Indonesia telah menunjukkan peran aktifnya di dunia
Internasional terkait penegakan HAM dan tidak pernah absen sebagai peserta
ataupun penyelenggara.
Selama Nara memberikan penjelasannya
tak satupun negara lain bergeming, semuanya terfokus pada ucapan gadis belia
berusia 33 tahun ini yang secara jelas dan gamblang tengah “menampar” wajah ke
enam pemimpin negara pasifik yang diketahuinya kerap menuduh Indonesia melakukan
pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat.
“Ada pepatah di kawasan Asia
Pasifik kami, ketika seseorang menunjukkan jari telinjuknya pada orang lain,
jari jempolnya secara otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri” Sindir Nara saat
mengakhiri pidatonya dihadapan seluruh dewan majelis PBB. (Baca juga : Ini Tanggapan Delegasi Solomon Island Atas Reaksi Indonesia di PBB)



No comments:
Post a Comment