Kerjasama tersebut, diantaranya, dalam bentuk pemberian
target operasi agar TNI bisa melakukan eksekusi bandar narkoba.
"Siap memberi target penembakan, kalau TNI ragu,
saya yang tanggung jawab," kata Buwas sapaan akrabnya di kawasanBandara
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (18/12/2015).
Budi meminta agar TNI maupun Polri tidak ragu untuk
mengekekusi sindikat barang haram.
Menurutnya, bandar narkoba harus dianggap sebagai musuh
negara.
"Kalau TNI tidak boleh ragu, apalagi Polri. Tidak
usah babebo, hukuman mati tapi tidak mati-mati, karena narkoba pembunuhan
berencana, pembunuhan massal. Jangan apa-apa HAM," katanya.
Sembari tersenyum, dia bercerita soal obrolannya dengan
Panglima TNI, Jenderal Gatot Noermantyo.
Kala itu, Budi menyebut, korps militer selalu mendapat
latihan dan dibekali senjata oleh negara. Sebab itu, ia menyebut, TNI harus
memiliki musuh yang nyata, yakni bandar narkoba.
"Musuhnya TNI harus ada, tembaknya bagus-bagus,
dilatih, itu harus digunakan. Sama Polri, Brimob. Kalau tidak ada musuhnya,
mereka cari gara-gara. TNI harus menghabisi musuh negara, targetnya dari siapa?
BNN," kata Budi Waseso. (CSE/TribunNews)


