”Saya serius maju sebagai calon PSSI. Itu sebabnya di
akhir masa jabatan saya sebagai Wali Kota Batu, saya meminta dukungan semua
pihak, tidak terkecuali Aremania (julukan suporter Arema Malang), dalam
pencalonan ini. Saat ini saya masih dalam tahap sosialisasi menyempurnakan
persyaratan untuk pencalonan sebagai ketum PSSI,’’ kata ER.
Sepak bola sendiri bukanlah dunia yang asing bagi
dirinya. ER telah memiliki pengalaman sebagai pengurus Persebaya Surabaya,
Perema Malang, Arema Malang, dan Persikoba Kota Batu. Bahkan sang ayah,
almarhum Brigjen Purn. Soegiono (mantan Walikota Malang dan Wakil Gubernur
Irian Jaya) yang dikenal sebagai Ebes-nya Arema merupakan salah satu pendiri PS
Arema Malang.
Dijelaskan ER, dirinya juga pernah melakukan pembicaraan
dan diskusi soal sepak bola dengan Presiden RI, Joko Widodo ketika berkunjung
ke Kota Batu. Dimana ada kesimpulan dan persepsi sama merasakan sepak bola di
tanah air perlu ada penguatan dalam pembinaan di Kabupaten atau Kotamadya.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan animo sepak bola
cukup tinggi dan prestasi yang sebenarnya bisa dibuat, maka konsep pembinaan
sepak bola yang diawali dari desa/kampung ke Kota harus dibuat dan
dilaksanakan.
Potensi sepak bola di Indonesia sendiri menurutnya sangat
besar. Asalkan, semua pemangku kepentingan punya tekad yang kuat untuk
memperbaiki tata kelola sepak bola. Ia berharap ada satu konsep pembinaan di
kabupaten dan kota terutama di desa untuk menggelar kompetisi
profesional." Kesamaan konsep ini yang menjadi resep agar mampu mencetak
atlet sepak bola andal," jelasnya.
Menurut dia, sepak bola perlu penguatan, dengan
pembinaan. Tidak hanya ditingkat liga, tapi juga kompetisi tingkat
Kabupaten/Kota bahkan juga tingkat desa. Sepak bola bukan lagi olahraga yang
monoton, tapi jika dibina dengan baik dapat menjadi hiburan tersendiri bagi
masyarakat. Untuk mengarah ke situ, dibutuhkan konsep pembinaan sejak awal.
”Saya teringat dengan almarhum ayah saya. Dia
pernah bertugas sebagai Wakil Gubernur Irian Jaya (Sekarang Papua). Di situ di
mana warga Papua yang notabene kesulitan alat transportasi, dan semuanya serba
sulit, tapi dapat menuai prestasi luar biasa melalui sepak bola. Terbukti
mereka dapat menjuarai PON. Dari pembinaan yang dilakukan, dengan konsep yang
benar, akan lahir atlet-atlet berbakat dan luar biasa," urai pria yang
dulunya juga dikenal sebagai promotor tinju, musik, sepak bola dan otomotif
ini.
Pria yang sebelum menjabat sebagai Walikota Batu dikenal
sebagai pengusaha real estate ini pun mengatakan, jika mendapat kepercayaan dan
mandat, berbagai program pun telah disiapkan. Pertama adalah menggalakkan
kompetisi.
"Jadi tidak hanya tingkat nasional, tapi kompetisi
rutin diadakan mulai tingkat kampung. Karena menurut dia dengan adanya
kompetisi rutin yang digelar, akan melahirkan atlet-atlet berbakat da berprestasi,"
ujar suami Dewanti Rupirin Diah Rumpoko ini.
Dalam jumpa pers kemarin, ER yang didampingi oleh sang
putri tercintanya yakni Ganis Rumpoko yang selama ini juga dikenal sebagai
tokoh suporter wanita Arema dengan nama Aremanita, Direktur PDAM Kota Batu Edi
Sunaedi, Ketua KONI Batu Zainul Arifin, dan Bendahara Askot PSSI Kota Batu
Achmad Suparto, ini mengatakan niat baiknya ini akan dilanjutkan ER dengan
bersilaturahmi kepada Arema dan Aremania. Silaturahmi yang dilakukan, selain
bentuk ungkapan permisi, juga meminta dukungan.
Arema merupakan kiblat dari sepak bola. Aremania juga
menjadi suporter yang banyak disukai oleh banyak orang. ”Sepak bola itu tidak
bisa dipisahkan dengan supporter. Itu sebabnya, kami akan melakukan pendekatan
baik dengan klub maupun dengan suporter,’’ urai pria yang juga menghobi
kegiatan otomotif ini.
Untuk tahap awal, pendekatan dilakukan kepada klub di
Jatim. Tapi demikian, dengan pengalaman yang dimiliki, pria yang dikaruniai
tiga anak ini akan melakukan pendekatan dengan berbagai klub di Kalimantan dan
Indonesia Timur. Dia mengatakan, jika selama ini pernah menjadi pengurus, di
Arema, Persema. Dia juga mengaku salah satu yang memperkarsai berdirinya klub
Borneo, dan Persiba. Dia juga menegaskan bahwa pencalonannya ini tidak ada
hubungannya dengan politik. Sebaliknya dia mencalonkan diri karena rasa cinta
dan kepeduliannya pada dunia sepak bola tanah air.
Dia juga mengatakan sama sekali tidak takut bersaing,
sekalipun dua lawannya adalah pensiunan Jenderal (mantan Panglima TNI Jenderal
Purn Moeldoko dan mantan Kepala Induk Koperasi Angkatan Darat Brigjen Purn.
Benhard Limbong) dan satu jenderal aktif yakni Pangkostrad Letjen TNI Edy
Rahmayadi. Karena menurutnya, di bursa pemilihan calon ketua umum PSSI ini
semuanya memiliki peluang sama. Terlebih pemilihan ini sendiri digelar secara
terbuka.
”Tidak ada masalah. Saya rasa kita memiliki peluang yang
sama, jadi tidak perlu takut,’’ ujar pria yang juga dikenal dekat dengan para
petinggi TNI termasuk dengan Jenderal purn, Moeldoko ini mengakhiri.
Seperti diketahui bahwa, Kongres PSSI yang memiliki
agenda pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI
sendiri akan digelar di Makassar pada 17 Oktober 2016 mendatang. (Noor
Irawan)



No comments:
Post a Comment