"Kegiatan ini kami lakukan guna
membantu mengurangi permasalahan buta huruf di Papua, khususnya di wilayah
perbatasan RI-PNG Kabupaten Keerom. Kegiatan belajar ini selain
diberikan kepada warga yang belum bisa membaca dan menulis serta berhitung,
juga diberikan kepada warga yang putus sekolah. Hal ini rutin kami lakukan
setiap hari selasa dan kamis, harapan kami agar masyarakat mempunyai kemampuan
dasar menulis, membaca dan berhitung, sehingga dapat membuka wawasan
pengetahuan kepada warga masyarakat,” ujar Kapten Inf Prayit Handoko Komandan Kompi Beruang, Selasa (6/9).
Sementara itu, Komandan Satuan Tugas
Pengamanan perbatasan (Dansatgas Pamtas) Yonif Mekanis 516/CY Letkol Inf
Lukman Hakim, S.Si menjelaskan jika ini adalah salah satu upaya satuannya dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar agar
tidak mudah dipengaruhi oleh ideologi atau paham-paham yang menginginkan Papua
lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala Kampung Piyawi Markus
Bogor sebagai salah satu orang yang dituakan dikampung tersebut mengungkapkan dirinya sangat berterima kasih atas kepedulian prajurit TNI yang sudah meluangkan waktunya untuk mencerdaskan warga binaannya.
“Mudah-mudahan
masyarakat dapat ilmu yang bermanfaat guna memudahkan urusannya dalam kehidupan
bermasyarakat, sehingga tidak gampang dipengaruhi oleh orang lain yang tidak
bertanggung jawab,” ucap Markus.



No comments:
Post a Comment